kh-abdul-mujibSeperti biasa, setelah semua kegiatan pagi, mulai dari shalat Subuh berjamaah, simaan Al Qur’an, kajian kitab Ihya Ulumiddin dan Muhadzdzab, KHR. Abdul Mujib Abbas keliling pesantren yang diasuhnya, yaitu Lembaga Pesantren Al Khoziny Buduran Sidoarjo, guna melihat dan mengontrol keadaan di lingkungan pesantren.

Suatu hari, beliau kaget melihat tumpukan pasir, besi dan beberapa sak semen. Karena beliau tak merasa membeli semua bahan bangunan tersebut.

“Kang, ini siapa yang beli?” tanya beliau sambil menunjuk tumpukan pasir.

“Bantuan dari pemerintah yai,” jawabnya singkat sambil menundukan kepala.

Seketika, rona wajah beliau berubah seakan tak suka. Setelah menghela nafas panjang, beliau berkata:

“Keluarkan semua bahan bangunan ini, tak boleh buat pesantren. Buang ke sungai, atau buat untuk memperbaiki got,” kata beliau dengan nada agak meninggi. Kebetulan di depan pesantren ada got sepanjang jalan hingga masuk ke permukiman tetangga.

Tanpa banyak tanya, para santri pun mengeluarkan semua bahan bangunan tersebut ke luar pesantren.

Semoga kita semua mendapatkan berkahnya dan semoga kelak kita bersamanya. amin

Advertisements