Skuburanesungguhnya kematian pasti akan menjemput kita, kuburan menjadi penyimpanan jasad kita, hari kiamat akan mengumpulkan kita dan Allah s.w.t. akan menghukumi kita, Ia adalah dzat yang Maha Bijaksana. Mengingat kematian dapat melunakkan hati kita yang membeku untuk senantiasa mengingat Dzat yang tidak pernah melupakan kita, mempersiapkan diri jika tiba-tiba ajal menjemput kita
, menerima kata-kata bijak yang menasehati kita, takut akan tipu daya dunia, sudah berapa kali keindahan dunia telah memperdayai kita???

Nabi Muhammad s.a.w. bersabda:

أَكْثِرُوْا مِنْ ذِكْرِ الْمَوْتِ فَإِنَّهُ يُمَحِّصُ الذُّنُوْبَ وَيُزَهِّدُ فِي الدُّنْيَا

“Perbanyaklah mengingat mati, karena mengingatnya sungguh dapat mengahapus dosa dan menjadikan zuhud pada dunia”. (R.H. Ibnu Abi al-Dunya)

Dan sabdanya:

أَكْثِرُوْا ذِكْرَ هَاذِمِ الْلَذَّاتِ) يعني الْمَوْتَ

“Perbanyaklah mengingat sesuatu yang dapat memusnahkan rasa nikmat, yaitu mati”. (Al-Tirmdzi & Ibnu Majah)

Al-Junaid dalam wasiatnya berkata: Saudaraku. beramallah, dan segeralah sebelum kematian segera menjemput anda, cepat-cepatlah sebelum ia lebih cepat memanggil anda. Sementara itu Allah s.w.t. telah memberi anda nasihat melalui kejadian-kejadian teman anda yang telah mendahului anda, sahabat-sahabat anda yang telah dihijrahkan dari alam dunia menuju ke alam baka, maka pelajaran itulah bagian anda yang masih tersisa dan paling berharga. Bila tidak demikian, maka celakalah anda.

Setiap yang hidup pasti akan mati, yang ada pasti akan tiada, semuanya akan kembali pada asalnya, yaitu TIDAK ADA, yang ada hanyalah dzat yang maha ada, yaitu Allah s.w.t.. Kemudian Dia akan membangkitkan kembali seluruh manusia, mulai dari umat nabi Adam a.s. sampai umatnya nabi Muhammad s.a.w. untuk mempertanggung jawabkan segala urusannya waktu di dunia, yang beruntung pasti akan masuk surga, dan yang celaka pasti akan masuk neraka. Allah s.w.t. berfirman:

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ. وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ.فَمَن زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ . وَمَا الْحَيَوٰةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتٰعُ الْغُرُورِ

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan”. (Ali Imran: 185 ﴿

Dan firman Allah s.w.t.:

وَلَا تَدْعُ مَعَ اللَّـهِ إِلٰهًا ءَاخَرَ لَا إِلٰهَ إِلَّا هُوَ . كُلُّ شَىْءٍ هَالِكٌ إِلَّا وَجْهَهُۥ . لَهُ الْحُكْمُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

“Janganlah kamu sembah di samping (menyembah) Allah, tuhan apapun yang lain. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah. Bagi-Nya-lah segala penentuan, dan hanya kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.” ﴾Al Qashash: 88﴿

Dan firman Allah s.w.t.:

قُلْ إِنَّ الْمَوْتَ الَّذِى تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُۥ مُلٰقِيكُمْ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَىٰ عٰلِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهٰدَةِ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan”.﴾ Al Jumuah: 8﴿

Kita tidak akan pernah tau secara pasti, apa yang akan kita kerjakan hari esok dan di bumi sebelah mana kita akan mati , karena kematian merupakan salah satu rahasia Allah s.w.t. tidak ada satupun yang dapat mendeteksinya, alat secanggih apapun tidak akan pernah mampu untuk mendeteksinya, supaya kita selalu mempersiapkan diri untuk mendapatkan giliran kembali kepada-Nya. Dari bumi kita diciptakan dan kepadanya suatu saat akan dikembalikan   Allah s.w.t. berfirman:

وَمَا تَدْرِيْ نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَدًا وَمَا تَدْرِيْ نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوْتُ   

“Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”. (Al-Luqman: 34)

مِنْهَا خَلَقْنَاكُمْ وَفِيْهَا نُعِيْدُكُمْ وَمِنْهَا نُخْرِجُكُمْ تَارَةً أُخْرَى

 “Dari bumi (tanah) itulah Kami menjadikan kamu dan kepadanya Kami akan mengembalikan kamu dan daripadanya Kami akan mengeluarkan kamu pada kali yang lain”. (Thaahaa: 55 ﴿

Rasulullah s.a.w. ditanya tentang manusia yang paling bahagia, Rasulpun menjawab: (Paling bahagia manusia adalah yang paling banyak mengingat mati dan yang mempersiapkan diri untuknya, merekalah manusia yang paling bahagia, mereka pergi dengan kemuliaan dunia dan kemuliaan akhirat). Riwayat Imam Ahmad.  Umar bin Abdul Aziz pernah mengumpulkan para ulama untuk membahas kematian dan kiamat, kemudian semuanya menangis seakan-akan di depan mereka ada janazah.

Al-syaikh Amin Kurdi dalam kitabnya Tanwiru al-Qulub mengatakan:

Mengingat kematian, akan mulia sebab tiga perkara:

  • Tidak pernah menunda-nunda untuk bertaubat.
  • Hati yang qana’ah, menerima semua yang diberikan Allah s.w.t.
  • Semangat untuk beribadah.

Dan melupakan kematian, akan disiksa sebab tiga perkara:

  • Selalu menunda-nunda untuk bertaubat.
  • Tidak pernah merasa cukup dengan pemberian Allah s.w.t.
  • Malas untuk beribadah.

Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: ( Wahai manusia bertaubatlah kepada Allah s.w.t. sebelum ajal menjemput kalian,  dan cepatlah beramal baik sebelum kalian dimandikan, sambunglah antara kalian dan Tuhan kalian dengan memperbanyak mengingat mati dan memperbanyak shadakah, baik secara diam-diam ataupun terang-terangan, maka kalian akan dilimpahkan rezki, ditolong dan dikuatkan). Riwayat Ibnu Majah.